Minggu, 15 Januari 2017

Debat Pilgub dan kecerdasan masyarakat dalam memilih calon pemimpin

Debat kandidat pilgub DKI Jakarta merupakan ajang penyampaian visi, misi dalam memimpin Jakarta lima tahun ke depan. Masing-masing calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta menyampaikan visi, misinya dengan lantunan kata-kata yang tegas. Debat kandidat cagub dan cawagub DKI Jakarta pada tanggal 14 januari 2017 oleh sejumlah pengamat politik dinilai sebagai debat yang sangat menguji mental dan keseriusan para calon pemimpin DKI Jakarta dalam lima tahun ke depan. Setiap kandidat Cagub dan Cawagub DKI Jakarta menyampaikan gagasannya yang argumentatif, sistemats, tegas dan elegan bahwa nantinya pada saat memimpin Jakarta masing-masing kandidat akan memperbaiki system yang ada dengan benar-benar meyakinkan pada public atas programnya yang akan dijalankan ketika menjadi pemimpin Jakarta lima tahun ke depan. 
Seperti yang dimuat di berita terkini hari ini Okezone, para kandidat cagub dan cawagub DKI Jakarta disodori beberapa pertanyaan yang sangat representatif. Ketiga cagub dan cawagub DKI Jakarta menjawab dengan tegas disertai alasan yang rasional. Berbagai jawaban yang dilontarkan oleh masing-masing kandidat saling memperkuat programnya yang akan diaksanakan ketika menjadi pemimpin nanti. Jawaban dari para kandidat diupayakan dengan sangat detail, jelas, tegas dan representattif agar public benar-benar mengetahui dengan pasti atas kesungguhannya dalam memimpin Jakarta. Kemudian pada sesi terakhir, para cagub dan cawagub DKI Jakarta disodori pertanyaan pamungkas yang sangat menguji kesungguhan masing-masing kandidat dalam memimpin DKI Jakarta lima tehun ke depan. Pada bagian ini, para cagub dan cawagub DKI Jakarta ditanya komitmennya dalam memimpin Jakarta. Sehingga dengan adanya pertanyaan ini diharapkan mereka tidak tergiur untuk mencalonkan dirinya naik ke Pilpres 2019 mendatang. Karena mengingat Jakarta di masa sebelumnya telah ditinggal oleh pemimpin yang maju ke Pilpres maka untuk saat ini masyarakat Jakarta berharap kejadian itu tidak terulang kembali.
Pertanyaan pamungkas dijawab dengan tegas dan argumentatif oleh setiap kandidat, namun ada beberapa hal yang menurut para pengamat politik jawaban kurang representatif dan kurang meyakinkan. Hal ini dapat dibuktikan dari jawaban masing-masing cagub dan cawagub saat menyambut pertanyaan pamungkas ini. Menurut informasi dari para pengamat politik bahwa ada dari salah satu cagub dan cawagub DKI Jakarta yang memberikan jawaban penuh kepada wakilnya. Perilaku demikian dianggap tidak memiliki keseriusan yang mendalam dalam memimpin Jakarta. Dengan kata lain, salah satu kandidat cagub dan cawagub masih ingin melanjutkan untuk mengikuti Pilpres 2019 mendatang.  Jika demikian terjadi maka kemajuan dan ketertiban Jakarta lambat laun akan semakin stagnan tidak memiliki kemajuan. DKI Jakarta dengan beragam kompleksitas masyarakatnya memiliki keinginan yang sangat mendalam mengenai siapa yang akan memimpin dalam masa-masa selanjutnya. Artinya terpilihnya pemimpin yang memiliki tanggung jawab besar dalam membangun Jakarta menjadi lebih baik akan mampu membawa kota Jakarta pada taraf yang lebih tinggi, baik dalam bidang ekonomi, politik, social, pendidikan maupun budaya.
Oleh sebab itu, melalui debat cagub dan cawagub ini diharapkan akan memberikan gambaran dan penjelasan kepada masyarakat Jakarta akan kesungghan masing-masing kandidat dalam memimpin Jakarta lima tahun ke depan. Dengan diselenggarakan debat cagub dan cawagub DKI Jakarta masyarakat Jakarta diharapkan mampu memilih dengan baik siapa pemimpin yang cocok untuk mengatur segala peraturan dan tata kehidupan Jakarta ke depan. Masyarakat Jakarta juga harus menggunakan akal rasionya dengan baik agar dalam memilih pemimpin tidak membawa pada hal-hal yang kurang etis yang pernah terjadi pada masa pemilu sebelumnya. Debat pertama ini adalah ajang memperkuat gagasan dan program yang telah dibuat oleh masing-masing kandidat cagub dan cawagub DKI Jakarta yang mana dapat dijadikan sebagai pertimbangan dalam memilih pemimpin. Dengan adanya debat ini diharapkan masyarakat Jakarta tidak ada yang GOLPUT (Golongan pencari uang tunai) ataupun tidak memilih siapapun. Seperti yang dimuat dalam berita terkini hari ini Okezone, dalam rangka memperkuat dan menguji kesungguhan dari masing-masing kandidat cagub dan cawagub DKI Jakarta akan diselenggarakan debat kedua yang insya Allah akan dilaksanakan pada tanggal 27 januari 2017 nanti. Khususnya bagi masyarakat Jakarta debat kedua nanti jangan sampai ditinggalkan karena debat ini adalah sebagai ajang untuk memantapkan pilihan dalam memilih pemimpin Jakarta lima tahun ke depan.

Dengan dilaksanakannya debat kandidat cagub dan cawagub DKI Jakarta masyarakat jangan sampai salah PILIH.
Pepimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memberikan pelayanan penuh pada masyarakat dengan tidak membeda-bedakan strata social dalam kehidupan ini. Oleh sebab itu, kemajuan suatu kota tergantung pada siapa yang memimpin. Untuk mengetahui siapa pemimpin yang baik maka disinilah peran masyarakat sekitar menjadi pilar sakral dalam menentukannya.
beruta terkini hari ini lainnya hanya ada di Okezone.

0 komentar

Poskan Komentar